16.53

Bersama Pemulung: Pengalaman Kuliah Kemiskinan

Pengalaman yang sungguh mengesankan karena baru pertama kali aku terjun langsung membaur bersama orang-orang yang "termarginalkan" di masyarakat selama ini. mereka adalah pemulung yang sekian lama selalu bergelut dengan sampah dan kotoran yang bau dan menjijikan. bagi kebanyakan tentu mereka adalah orang yang tidak penting untuk diperhatikan apalagi dikenal. namun setelah mengalami pengalaman mengenal kehidupan para pemulung di kawasan Putat (Dukuh Kupang) hatiku seolah menjadi tersentuh dengan potret kehidupan mereka yang sangat jauh dari kesejahteraan. nuraniku semakin pilu karena aku bisa mengamati langsung kegiatan mereka sehari-hari mulai pagi hingga malam sebab aku ikut tinggal selama 5 malam di kawasan perkampungan pemulung di Putat tersebut. betapa rasa empatiku bisa muncul dengan tiba-tiba, bertahun-tahun berkawan dengan sampah dan kotoran. namun disisi lain akupun merasa sangat bersyukur karena Allah Swt hingga hari ini masih senantiasa mencurahkan nikmat dan karuniaNya kepadaku tiada henti, setidaknya kehidupanku masih sedikit lebih baik daripada pemulung di Putat.
Pak Afif adalah salah seorang pemulung disana, dirinya telah 50 tahun melakoni profesinya sebagai pemulung. namun tidak nampak sedikitpun gurat kesedihan atau keluh kesah dari wajahnya. sungguh kesabaran telah menjalar ke darah daging Pak Afif. senyum ketabahannya selalu membuatku takjub dan malu, karena diri ini masih belum bisa mensyukuri dengan sepenuh hati hidup yang telah ditakdirkan oleh Allah Swt. dari lelaki tua itu, aku banyak mendapatkan pelajaran hidup, sesuatu yang tidak aku peroleh dari bangku kuliah, aku sama sekali tidak menyesal dengan semua ini, aku justru sangat bersyukur bisa mengalami momen yang sangat berharga ini. meskipun Pak Afif miskin secara materi namun dirinya kaya akan pelajaran hidup....

2 komentar:

Eagle mengatakan...

sungguh kontras dgn "tetangga Putat" lainnnya,,org2 yg memarginalkan diri sendiri T_T

Muif Taste mengatakan...

buat eagle.salam kenal..thanx udah mau mampir n kasih komentar di blogku yang seadanya ini.
emmmm....bener banget, kontras sekali sama tetangga para pemulung di sebelah, moga aja mereka bisa terbuka hatinya dengan keberadaan para tetangga di kampung pemulung...